Pendirian Sekolah
SMA Cendekia Bangsa resmi berdiri dengan 3 ruang kelas dan 45 siswa angkatan pertama.
Menyiapkan Halaman
Tentang Kami
Sejarah
SMA Cendekia Bangsa didirikan pada tahun 1998 oleh Yayasan Cendekia Bangsa sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan menengah atas yang berkualitas, terjangkau, dan berlandaskan nilai-nilai karakter. Berawal dari satu gedung sederhana dengan tiga ruang kelas dan 45 siswa angkatan pertama, sekolah terus bertumbuh berkat dukungan masyarakat dan komitmen para pendidiknya. edit
Memasuki dekade kedua, sekolah mulai mengembangkan program unggulan di bidang sains dan teknologi, ditandai dengan pembangunan laboratorium IPA dan komputer pada tahun 2008. Pada tahun 2015, SMA Cendekia Bangsa meraih Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), sebuah pengakuan atas konsistensi kualitas pendidikan yang diselenggarakan.
Kini, dengan lebih dari 4.200 alumni yang telah berkontribusi di berbagai bidang, SMA Cendekia Bangsa terus berinovasi dalam kurikulum, fasilitas, dan pembinaan karakter untuk mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.
SMA Cendekia Bangsa resmi berdiri dengan 3 ruang kelas dan 45 siswa angkatan pertama.
Pembangunan laboratorium IPA dan laboratorium komputer pertama sekolah.
Meraih status Terakreditasi A dari BAN-S/M, menandai standar mutu pendidikan yang tinggi.
Penerapan pembelajaran berbasis digital dan pengembangan perpustakaan digital sekolah.
Mencetak lebih dari 4.200 alumni dengan beragam prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Arah dan Tujuan
Landasan utama yang menjadi pedoman seluruh kebijakan dan kegiatan pendidikan di SMKIT Aisyiyah.
Menjadi lembaga pendidikan unggul yang melahirkan generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan berdaya saing global pada tahun 2035.
Data Resmi
Informasi Sekolah dan administratif SMKIT Aisyiyah sesuai data Kementerian Pendidikan.
Tata Kelola
Mengenal Struktur Organisasi Sekolah yang menggerakkan SMKIT Aisyiyah.
Memimpin SMA Cendekia Bangsa sejak 2019, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia pendidikan menengah.